Seminar Nasional Riset Kedokteran

Title: Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK) 2022
ISSN: 2721-5598 (online), 2571-5520 (print)
Subject: Medicine
Indexed at: Indonesia OneSearch
Citation: Google Scholar

Advisory Committee :
  • Dr. dr. Ria Maria Theresa, Sp.KJ, M.H
  • Dr. dr. H. Taufik Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I
  • Prof. Dr. Mohamad Sudomo
  • Prof. Dr. drg. Indang Trihandini, M.Kes
Scientific Committee :
  • dr. Niniek Hardini, Sp.PA
  • Dr. dr. Feda Anisah Makkiyah, Sp.BS, M.Kes
  • drg. Nunuk Nugrohowati, M.S
  • Andri Pramesyanti, Ph.D
  • dr. Sri Wahyunigsih, M.Kes
  • dr. Mila Citrawati, M.Biomed
  • dr. Pritha Maya Savitri, Sp.KP
  • dr. Yanti Harjono, M.KM
  • Via Rifkia, S.Far., M.Si
Chair : dr. Citra Ayu Aprilia, M.Kes
Publication Chair : Dwi Fajar Saputra, S.Sos., M.M
Treasury :
  • Hafitz Piatna, Am.d
  • Dwi Arwandi Yogi Saputra, S.KM
  • Vantri Rio Aprian, S.Kom
  • Adik Tri Wahyuningsih., S.Gz
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

Latar Belakang

Indonesia yang berupa negara kepulauan dengan berbagai keadaan geografis akan memberikan dampak terhadap  kondisi kesehatan penduduknya. Kesehatan penduduk akan dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Beberapa kondisi geografis  yang mempengaruhi kesehatan antara lain; iklim, cuaca, ketinggian permukaan, sumber air, flora dan fauna di lingkungan sekitar. Durasi paparan situasi lingkungan akan memengaruhi manifestasi klinis dari gangguan kesehatan yang mungkin didapat. (Boulos, LeBlond. 2016)

Riwayat geografis pasien perlu dipahami oleh dokter saat memeriksa dan menegakkan diagnosis pasien. Hal ini memberikan informasi lingkungan (dan hubungannya dengan risiko kesehatan). Pemeriksaan geologi medis akan memberikan informasi mengenai hubungan antara lingkungan dan kesehatan  dan akan melibatkan pemahaman multidisiplin.

Neurosains adalah ilmu neural yang mempelajari system saraf, terutama mempelajari neuron atau sel saraf dengan pendekatan multidisipliner (Taufiq Pasiak, 2012). Beberapa hukum dasar otak (Dryden,2001) yang berperan besar dalam praktek kedokteran pencegahan antara lain: Otak mempunyai komponen untuk menciptakan kebiasaan dalam berpikir dan berperilaku, alat indra dan reseptor saraf menghubungkan otak dengan dunia luar di mana latihan indra dan fisik akan memperkuat otak. Kedokteran pencegahan menerapkan tindakan -tindakan pencegahan yang memerlukan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bela negara harus dipahami dalam konteks yang luas, di mana warga negara merupakan entitas yang hidup di dalamnya,  sehingga secara hakiki setiap warga negara wajib untuk menjaga kedaulatan. Ketahanan negara dan pemahaman bela negara sangat penting untuk ditingkatkan khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Hasil-hasil riset dan inovasi dari Fakultas Kedokteran dapat memfasilitasi terbentuknya peningkatan ketahanan nasional dalam bidang kesehatan. Begitu pula peningkatan kualitas pendidikan.

Banyak tantangan untuk mewujudkan ketahanan nasional di segi kesehatan, seperti : pemerataan kesehatan, pembentukan SDM unggul di bidang kedokteran dan kesehatan, inovasi dan teknologi di bidang kesehatan yang dapat melindungi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal-hal ini semua memerlukan kerjasama bersama untuk peningkatan ketahanan nasional Indonesia. Selain itu, tantangan dalam bidang pendidikan juga tidak kalah banyak, mulai dari mencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing sampai dengan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga anak- anak Indonesia tidak kalah bersaing dengan pendidikan luar negeri dan dapat mengatasi perubahan global di dunia.

Dewasa ini perkembangan dunia kedokteran dan kesehatan sangat pesat. Penerapan berbagai disiplin ilmu dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia. FK UPN Veteran Jakarta yang mengusung konsep Dokter Untuk Bangsa meluluskan dokter yang bersedia ditempatkan di mana saja dan dapat bekerja dalam berbagai kondisi geografis.

Atas dasar tersebut, Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK III)  ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam penerapan  geomedisin dan neurosains sebagai upaya bela negara di bidang kesehatan.


Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan pengetahuan mengenai Geomedisin dan Neurosains serta implementasinya dalam praktek kedokteran pencegahan.
  2. Meningkatkan publikasi dan kerjasama di bidang kesehatan sebagai upaya bela negara di bidang kesehatan.

Waktu, Tempat dan Pelaksanaan


1. Call For Paper

Waktu :Selasa, 12 Februari 2022

Pukul : 09.00 WIB s.d Selesai

Virtual Webinar Zoom

Pendaftaran CFP : https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/user/register

 

2. Seminar Nasional

Waktu : Selasa, 12 Februari 2022

Virtual Webinar Zoom

Pendaftaran Semnas : https://s.id/regsensorik2022

 

Tanggal Penting ->

Pendaftaran Seminar nasional : 20 Januari - 8 Februari 2022

Pengumpulan naskah CFP : 20 - 8 Februari 2022 (Batas akhir pukul 23:59WIB)

Pengumuman naskah diterima :9 Februari 2022

Batas Akhir Pengumpulan Full Paper : 10 Februari 2022

Pelaksanaan Presentasi FREE PAPER : 26 Febuari 2022

Pelaksanaan Seminar Nasional : 12 Febuari 2022


Sertifikat :

Akan ada dikirimkan Email Pendaftaran SENSORIK 2022